Agrophysiological Analysis and Correlation of Several Varieties of Wheat (Triticum aestivum L.) in the Mid-Plains of West Sumatra
Analisis Agrofisiologi dan Korelasi Beberapa Varietas Gandum (Triticum aestivum L.) Di Dataran Menengah Sumatra Barat
DOI:
https://doi.org/10.21070/nabatia.v14i1.1691Keywords:
Adaptation, Agrophysiology, Wheat, Midlands, CorrelationAbstract
Ketergantungan Indonesia terhadap impor gandum terus meningkat dan berpotensi mengancam ketahanan pangan nasional. Kondisi lingkungan yang sesuai pertumbuhan gandum perlu dipelajari dalam rangka pengembangan gandum di Indonesia. Salah satu aspek yang perlu dikaji adalah kemampuan adaptasi gandum jika ditanam pada wilayah dengan iklim dan ketinggian tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan karakter varietas gandum yang adaptif di dataran menengah dengan pendekatan karakter agro-fisiologi. Penelitian di laksanakan di dataran menengah (517 mdpl) Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat dan beberapa laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Varietas gandum yang digunakan yaitu empat varietas nasional (Nias, Selayar, Guri 5 Agritan dan Guri 6 Unand). Data karakter fisiologi disajikan secara deskriptif dan data pertumbuhan hasil dianalisis menggunakan uji F taraf 5%, apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji DNMRT. Hubungan antara karakter agro-fisiologi dianalisis menggunakan korelasi pearson taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata dan korelasi yang erat antar karakter agro-fisiologi beberapa varietas gandum di dataran menengah Sumatra Barat
References
[1] Badan Pusat Statistik 2025, “Impor Biji Gandum dan Meslin Menurut Negara Asal Utama, 2017-2024,” Badan Pus. Stat., vol. 8, no. 15, p. 52, 2025, [Online]. Available: https://www.bps.go.id
[2] Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (2025). Peran Aptindo dalam Mendukung Pengembangan Gandum di Indonesia. Jakarta: APTINDO.
[3] Alloberganova, Z. B., & Sultonov, F. (2025). Soft Wheat Collection Samples: Correlation Between Total Chlorophyll and Yield. Intemational Journal of Genetic Engineering. 13(12).
[4] Abdalla, M., & El-Khoshiban, N. (2007). The Influence of Water Stres on Growth, Relative Water Content, Photosynthetic Pigments, Some Metabolic and Hormonal Contents of Triticum aestivum cultivars. Appl Science Res. 3(2).
[5] Ahmad, A., Diwan, H., & Abrol, Y. (2010). Global Climate Change, Stress and Plant Productivity. In Pareek A, Sopony SK, Bohnert HJ, Abiotic Stress Adaptation in Plants, 503-521.
[6] Alche, J. d. (2019). A concise appraisal of lipid oxidation and lipoxidation in higher plants. Redox Biology. 10(16).
[7] Bahadur, P., & Ram, M. (2020). Heat stress effect and tolerance in wheat: a review. J biol Today’s World. 9(4):217.
[8] Hayati P. ., & Sutoyo. (2024). Peningkatan Generasi Penyerbukan Sendiri Jagung Manis dari Berbagai Populasi Dasar Dalam Rangka Perakitan Hibrida.Fakultas Pertanian Universitas Andalas. [Laporan Penelitian
[9] Putri, N. E., Sutjahjo, S. H., Trikoesoemaningtyas, Nur, A., Suwarno, W.B., & Wahyu, Y. (2020). Wheat Transgressive Segregants and Their Adaptation in the Tropical Region. Sabrao Journal of Breeding and Genetics. 52(4):506-522.
[10] Suliansyah, I., Irawati., & Ekawati, F. (2015). Attempts to Create Wheat (Triticum aestivum L.) Superior High-Yielded Variety Through Mutation Breeding. International Journal on Advance Science, Engineering and Information Technology. 5(4). 283-285
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Agil Mustafa, Irfan Suliansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright Notice
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.


